APINDO: Harga Rupiah Terlampau Tinggi

7 Januari 2010

JAKARTA–Penguatan rupiah yang terus terjadi, hari ini menguat 50 poin ke Rp 9.225 perdolar AS, dinilai kalangan pengusaha tidak baik bagi ekspor. Bagi pengusaha, sebaiknya posisi rupiah agak undervalue, agar kecenderungan ekspor meningkat dan impor tertahan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Djimanto mengatakan, ekspor tidak semata ditentukan kurs rupiah terhadap mata uang asing. Dikatakannya, tingkat inflasi dan suku bunga bank turut berpengaruh pada ekspor. “Harga rupiah yang sekarang memang ketinggian,” tukasnya.

Djimanto berpendapat, sebaiknya rupiah sekitar Rp 9.500 perdolar AS. Sementara inflasi yang rendah seperti sekarang, sekitar tiga persen per tahun dipertahankan. Suku bunga Bank Indonesia pun diharapkannya tetap berada di level 5,5 persen. “Kalau bisa, tetap segitu selama-lamanya,” ujarnya berseloroh.

Menurut Djimanto, kuatnya harga rupiah akan menguntungkan eksportir yang banyak menggunakan konten lokal (local content). Dia mengatakan, konten lokal seperti upah pegawai dan pajak dibayar dengan rupiah. “Setidaknya, penguatan rupiah akan menjaga dolar tidak ‘terbang’ ke luar negeri,” ucapnya. @Sumber. Republika Online.com

Tuliskan Komentar Anda

Filled Under: Ekonomi
Banner
Koran Banten
Krakatau Stell
Speedy