Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) hampir pasti akan melepas Ryaas Rasyid sebagai Presiden partai tersebut dalam Konggres Nasional ke II yang akan digelar di Hotel Tunjungan Surabaya, Rabu malam nanti (28/7).
Meski begitu, Ryass kemungkinan besar masih akan dipertahankan untuk menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Penasehat partai. “Kita masih ingin Pak Ryass terus pimpin partai, kita masih butuh beliau, tapi saat ini kan tidak mungkin Pak Ryass jadi Presiden partai,” kata Ade Marzuki, Wakil Sekretaris Jenderal PDK.
Menurut Ade, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Ryaas Rasyid memang tidak boleh rangkap jabatan sebagai Presiden Partai. Karenanya, dalam Konggres Nasional ke-II ini setidaknya berkembang dua opsi bagi Ryaas.
Opsi pertama adalah menempatkan Ryaas sebagai Dewan Penasehat partai, atau yang kedua tetap memilih Ryaas sebagai Presiden partai. “Tapi opsi yang mengemuka, Pak Ryaas lebih baik bertahan di Watimpres,” tambahnya.
Sementara itu, Konggres Nasional PDK sendiri setidaknya akan mulai dibuka pada pukul 19.00 malam nanti. Acara akan dimulai dengan peringatan ulang tahun PDK yang ke-8 dengan melakukan pemotongan tumpeng. PDK sendiri lahir pada 28 Juli 2002 lalu.
Setelah pemotongan tumpeng, Konggres Nasional dibuka secara resmi oleh Presiden PDK Ryaas Rasyid. “Selain pemilihan Presiden partai, Konggres kali ini juga akan dilakukan konsolidasi internal menghadapi pemilu 2014,” kata Ade.
Konggres Nasional ke-II sendiri setidaknya akan dihadiri oleh 700-800 pengurus PDK mulai tingkat nasional, provinsi hingga seluruh kota/kabupaten se-Indonesia.
(sumber: tempointeraktif.com)



