Jumlah Okupansi Di Ubud Meningkat Terus Hingga 70%
Kawasan di Ubud menjelang akhir Juli ini, jumlah okupansi tempat menginapnya terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data terakhir yang dikutip dari Bali Post, tercatat persentase okupansi pariwisata Ubud mencapai 70% keatas.

Ketua Ubud Homestay Association (UHSA) I.B. Wiryawan mengatakan peningkatan okupansi ini akan bertahan hingga bulan Agustus 2018. Menurut Wiryawan, para wisatawan yang menginap di kawasan Ubud didominasi oleh turis asal Eropa, khususnya Eropa Timur, seperti Swedia dan Belgia. Sementara untuk wisatawan Eropa lainya seperti Belanda, Prancis dan negara Eropa lainnya.

Selain itu, juga ada turis yang berasal dari Asia yang tidak kalah banyak berada di Ubud saat ini, yaitu turis Cina. Namun para turis Cina ini hanya sekedar untuk berkunjung ke Ubud dan lebih memilih menginap di daerah Bali Selatan.

Akibat peningkatan ini otomatis harga penginapan, seperti homstay mengalami peningkatan untuk tarif menginap per malamnya. Dari yang awalnya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu, menjadi Rp 350 hingga Rp 400 ribu. Bahkan untuk kamar yang paling mahal bisa dipasang tarif hingga Rp 600 ribu per malam.

Dengan adanya hal ini, pastinya pemasukan daerah Kabupaten Gianyar juga akan mengalami peningkatan yang sangat besar. Belum lagi Ubud kini menjadi salah satu daerah wisata ternyaman di dunia dan hal ini sangat baik bagi provinsi Bali.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations




You may also like