Magma Gunung Agung terus meningkat, Penduduk Bali Waspadalah
Gunung Agung saat ini mengalami peningkatan, yakni 1 juta meter kubik.

Hal ini langsung diungkapkan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani. Penambahan magma terjadi sejak 3 minggu belakangan ini di kedalaman yang bervariasi antara 3 hingga 4 kilometer di bawah puncak, dan uplift (terangkat) 5,5 meter.

Namun, dari penjelasan Kasbani volume yang sekarang justru lebih kecil dibandingkan volume magma yang dialami oleh Gunung Agung pada tahun 2017, yaitu sebesar 40 juta meter kubik. Saat itu Gunung Agung sudah mengalami masa fase kritis dan membuat masyarakat Bali, terutama yang berada di daerah Karangasem menjadi waspada.

Sedangkan terjadinya gempa vulkanik dangkal sebanyak 80 kali, gempa vulkanik dalam 65 kali, tektonik lokal 23 kali, 2 kali gempa terasa, serta gempa tektonik jauh sebanyak 110 kali. Aktivitas gempa terbilang kecil dengan indikator-indikator sesimik tersebut, itu menandakan bahwa masih adanya aktivitas di dalam Gunung Agung.

Volume lava di kawah Gunung Agung bertambah tiga juta meter kubik, dari 20 juta menjadi 23 juta meter. Fluks atau aliran gas SO2 cenderung mengalami penurunan, terukur berada di kisaran 190-203 ton per hari. Status Gunung Agung masih di level III(Siaga). PVMBG belum berani menurunkan statusnya ke level II (Waspada) lantaran masih ada aktivitas di perut gunung.

Potensi terjadinya letusan masih ada, tapi dengan daya kecil. Jika terjadi, kawasan terdampak sekitar radius 4 kilometer dari puncak Gunung Agung. PVMBG menghimbau masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan agar tak melakukan pendakian atau beraktivitas di zona bahaya, yaitu di radius 4 kilometer puncak.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, membenarkan bahwa Gunung Agung adalah salah-satu gunung api di dunia yang erupsinya dapat mematikan. Gunung Agung adalah satu di antara hanya 58 gunung api di dunia yang skala letusannya (VEI/Volcanic Explosivity Index) mencapai 5, yang terpantau pada erupsi tahun 1963.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations




You may also like