Pelestarian Kebudayaan Sebagai Upaya Memperkuat Pembangunan Bali
Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke-40 pada 10 Juli 2018, dilangsungkan sebuah acara edukatif bernama Sarasehan PKB, di mana acara ini ternyata sebagai salah satu pembahasan mengenai upaya pelestarian kebudayaan Bali sebagai salah satu cara untuk tetap memperkuat pembangunan.

Acara yang berlangsung tepatnya di gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar menghadirkan pembicara dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilman Farid, yang banyak sekali memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pelestarian budaya demi pembangunan Bali kedepannya.

Dilansir dari Berita Bali, Hilman Farid mengatakan kalau Bali sudah menerapkan kebudayaannya dalam kehidupan sehari-hari. Begitulah orang Bali, sampai kapanpun tidak akan pernah lepas dari namanya kebudayaan yang sudah diwariskan oleh pendahulunya. Ini juga sejalan dengan UU No 5 tahun 2017 yang menjelaskan kebudayaan sebagai arus utama dalam pembangunan.

Turut hadir dalam Sarasehan tersebut, Bupati Buleleng, Rektor UNUD, dan Rektor ISI Denpasar. Bupati Buleleng kali ini memberikan pembahasan mengenai hubungan simbolis antara Kebudayaan dan pariwisata menuju kemajuan seimbang dan berkelanjutan di Kabupaten Buleleng.

Sedangkan Rektor Unud memberikan materi bagaimana strategi antisipasi berbasis PIP kebudayaan terhadap peluang di tahun prestasi,tantangan di tahun politik dan kemajuan tahun kebudayaan. Terakhir, Rektor ISI Denpasar lebih menjelaskan mengenai Strategi Disrupsi Pemajuan Kebudayaan dalam Tahun Politik.  

Cukup berat pembahasannya ya, tetapi cara ini dilakukan untuk terus memajukan pembangunan Bali yang berbasis kebudayaan.

Kalau memajukan kebudaan secara Nasional bagaimana caranya? Tentunya jika lingkupnya Nasional, sudah pasti harus memerlukan langkah strategis berupa upaya Pemajuan Kebudayaan melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations




You may also like