Pemilik First Travel Divonis, Para Korban Masih Tak Jelas
Kasus penipuan yang dilakukan oleh pemilik First Travel akhirnya hakim menjatuhkan hukuman kepada Andika Surachman dan Aniessa Hasibuan masing-masing divonis 20 tahun dan 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Vonis tersebut belum menjadi akhir cerita lantaran calon jemaah umrah belum mendapat ganti rugi dari sejumlah aset yang disita aparat penegak hukum. Namun dari segi masalah asset perusahaan, aset milik First Travel diserahkan ke negara.  Putusan ini menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Depok yang sebelumnya menuntut barang bukti yang disita untuk dikembalikan kepada nasabah atau calon jemaah.

Dikutip dari Tirto, daftar aset yang tidak kembali ke calon jemaah antara lain: AC merek Panasonic, mobil Daihatsu Sirion, Honda HRV, Ford, Nissan, Toyota Hiacce Commuter, 20 jam tangan berbagai merek, empat buah laptop, 10 tas mahal berbagai merek, 99 buah kacamata berbagai merek, satu unit apartemen Puri Park View, dan ratusan dokumen lainnya.

Salah satu korban First Travel, Devi merasa putusan hakim tidak membela calon jemaah yang sebenarnya menjadi korban dari penipuan yang dilakukan pihak First Travel. Devi menilai masalah ini tak akan terjadi seandainya Pengurus Pengelolaan Aset Korban First Travel (PPAK FT) tak mengirim surat terkait aset yang belum sempat didata jaksa. PPAKFT bahkan sempat menolak mengelola aset dan penolakan ini jadi bahan pertimbangan hakim.

Belum juga diketahui apa maksud hakim melukan penyitaan asset First Travel untuk negara dan para korban nantinya akan mengajukan banding terhadap hakim. Sementara pihak kejaksaan belum mau bersikap terkait putusan hakim. Mereka melihat pandangan hakim hanya berbeda dari sisi Pengelolaan barang bukti.

Malahan pihak jaksa justru kaget mendengar penolakan dari korban, terutama dari pihak PPAK FT karena aset yang ada belum sesuai darijumlah seharusnya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations




You may also like